Apa si perbedaan Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik, Akademi
Pengertian & Perbedaan Perguruan Tinggi Pendidikan tinggi, di Indonesia itu dibagi kedalam 2 kelompok besar, yaitu kelompok pendidikan akademik serta pendidikan vokasi.
1. Kelompok pendidikan akademik didalam proses pendidikan serta pengajarannya mempunyai fokus dalam penguasaan dan pemahaman ilmu pengetahuan bagi para lulusannya, sedangkan untuk 2. kelompok pendidikan vokasi itu lebih menitikberatkan pada suatu pengajaran dan proses pendidikannya pada persiapan dalam kelulusan agar bisa mengimplementasikan/ mengaplikasikan keahliannya.
Institusi Pendidikan Tinggi yang menawarkan pendidikan akademik dan atau vokasi tersebut juga dapat dibedakan dengan berdasarkan jenjang serta juga program studi yang ditawarkannya seperti universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, akademi dan juga akademi komunitas. Masing-masing dari Pendidikan tinggi itu memiliki pengertian yang hampir mirip, namun masih dapat dilihat ciri dan sifat khasnya.
Pengertian Universitas
Universitas ialah suatu Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik serta juga dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi didalam berbagai rumpun Ilmu Pengetahuan dan/atau juga Teknologi. Apabila sudah memenuhi syarat, universitas tersebut dapat menyelenggarakan sebuah pendidikan profesi. Universitas tersebut juga menyelenggarakan kegiatan atau aktivitas dalam hal pendidikan yang sangat luas, Selain dari pendidikan akademik, juga terdapat pendidikan vokasi dan profesinya.
Pengertian Institut
Institut ialah suatu Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan juga bisa / dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah rumpun Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi tertentu serta apabila memenuhi syarat, institut tersebut juga dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.
Perbedaannya ialah sejumlah rumpun Ilmu Pengetahuan juga Teknologi tertentu saja. Jadi intinya institut ini lebih terbatas dibandingkan Universitas yang sangat cakupannya luas. Jadi hanya pada beberapa kelompok ilmu-ilmu serta teknologi saja.
Contoh paling mudah misalnya seperti , Institut Teknologi Bandung (ITB). Semua jurusan yang terdapat di ITB, meskipun terdapat beberapa kelompok ilmu, namun semuanya hanya fokus pada unsur teknik dan teknologinya saja. Jadi, Institut itu lebih fokus dan juga terbatas bidangnya dibandingkan universitas.
Pengertian Sekolah Tinggi
Sekolah Tinggi ialah suatu Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik serta juga dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi didalam satu kelompok Ilmu Pengetahuan juga Teknologi tertentu dan apabila sudah memenuhi syarat, sekolah tinggi tentu juga dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.
Sekolah tinggi dalam definisi lebih sempit lagi dan pembedannya, yakni hanya pada satu bidang ilmu pengetahuan saja. Contoh ialah Sekolah Tinggi Agama Islam (Hanya berfokus pada pendidikan bidang ilmu-ilmu Agama Islam), Sekolah Tinggi Keguruan dan juga Ilmu Pendidikan (Hanya berfokus pada pendidikan rumpun ilmu-ilmu pendidikan serta pengajaran), atau juga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Hanya berfokus pada pendidikan dalam bidang ilmu-ilmu kesehatan).
Pengertian Politeknik
Politeknik ialah suatu Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi didalam berbagai bidang atau kelompok Ilmu Pengetahuan juga Teknologi dan apabila sudah memenuhi syarat, politeknik tersebut tentu dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.
Perbedaannya, Politeknik ini fokus pada pendidikan vokasi, memiliki arah lebih pada penyiapan alumni untuk dapat langsung menerapkan skill/keahliannya. Keahliannya tersebut tentu bisa macam-macam, bisa dalam keahlian pada bidang teknologi, bidang ekonomi atau lain sebagainya. Biasanya jenjang yang terdapat adalah jenjang Diploma.
Pengertian Akademi
Akademi ialah suatu Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi didalam satu atau beberapa cabang Ilmu Pengetahuan serta Teknologi tertentu. Akademi ini lebih sempit dari pada sekolah tinggi maupun politeknik, karena hanya menjalankan program pendidikan pada satu atau hanya beberapa cabang keilmuan.
Bebeberapa contoh dari akademi ini misalnya,
1. akademi kebidanan,
2. akademi keperawatan, atau
3. akademi militer
4. akademi kepolisian.
Perbedaannya ialah apabila Akademi-akademi tersebut hanya fokus pada titik keilmuan yang dipelajari sesuai dengan nama pendidikannya. Apabila Akmil (akademi militer ), maka ia fokus pada pendidikan vokasi kemiliteran saja, demikian juga dengan akademi yang lain.
Akademi Komunitas adalah suatu Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi setingkat dengan diploma satu dan/atau diploma dua didalam satu atau juga beberapa cabang Ilmu Pengetahuan serta Teknologi tertentu yang berbasis pada keunggulan lokal atau juga untuk memenuhi kebutuhan khusus. Akademi komunitas merupakan suatu perguruan tinggi yang paling sempit cakupannya. Hanya vokasi, itupun hanya setingkat diploma satu serta dua dalam satu atau beberapa bidang ilmu. Di Indonesia akademik ini sangat jarang, dan salah satunya ialah Akademi Komunitas Negeri Teknologi Garam Nagekeo yang terdapat di Kabupaten Nagekeo, NTT. Akademi tersebut hanya menjalankan program vokasi diploma dua dalam dua tahun serta juga menjalankan program pendidikan produksi serta pengolahan garam.
Sistem Pembelajaran di
Bangku Kuliah
Sedikit berbeda.
Bagi sebagian mahasiswa yang kebetulan memiliki saudara atau teman yang sudah terlebih dulu memasuki dunia kampus, pasti sedikit mengerti tentang perbedaan kultur kuliah dan sekolah. Walau begitu rasa penasaran untuk segera mengalaminya sendiri pasti pernah dirasa. Apalagi bagi mereka yang kebetulan benar-benar blind atau asing dengan dunia perguruan tinggi, pasti rasa penasaran akan lebih besar, bahkan tak jarang juga bercampur dengan rasa takut.
Perbedaan pertama adalah mengenai sistem kredit semester (SKS) yang mungkin sangat asing pada jenjang sebelumnya. Dalam sistem ini, memungkinkan mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang ingin diambil atau dipelajari dalam kurun waktu satu semester, tentunya dengan beberapa persyaratan tertentu. Ada mata kuliah yang tercantum dalam semsester genap, ada pula yang tercantum di semester ganjil. Sebagai contoh, pada semester dua seorang mahasiswa memilih tidak mengambil mata kuliah grammar karena satu dan lain hal. karena mata kuliah tersebut tercantum pada semester dua atau semester genap,maka ia dapat mengambil mata kuliah tersebut pada semester empat, enam atau delapan.
Selain itu, dalam sistem SKS juga memungkinkan mahasiswa mengambil kembali (re-take) beberapa mata kuliah yang pada semester sebelumnya ia mendapat nilai yang tidak memuaskan. Seperti jika pada semester tiga seorang mahasiswa mendapat nilai D untuk mata kuliah translation maka ia dapat re-take mata kuliah tersebut di semester lima atau tujuh. Tentunya dengan harapan nilai yang diraih jauh lebih baik.
Hal ini sangat membantu mahasiswa, terutama bagi mereka yang juga sedang bekerja atau memiliki kesibukan tertentu. Tapi sebenarnya ini juga memiliki potensi yang justru dapat membuat mahasiswa kesulitan menyelesaikan waktu studinya. Banyak kasus yang menunjukkan mahasiswa suka menumpuk-numpuk beban mata kuliahnya, yang pada akhirnya membuatnya kesulitan pada semester-semester mendatang.
Sebenarnya walau berbeda, dunia perkuliahan juga memiliki persamaan dengan kultur dan sistem di sekolah. Masih ada laporan evaluasi hasil pembelajaran yang jika di sekolah disebut rapor, maka di kampus disebut Indeks Prestasi (IP). IP sendiri ada dua jenis, yaitu IP semester dan IPK atau IP kumulatif. IP semester atau sering disebut IP saja adalah kumulasi dari nilai hasil belajar mahasiswa dibagi jumlah beban sks dalam satu semester. Sedang IPK adalah komulasi dari hasil belajar mahasiswa yang perhitungannya berdasarkan pada semua beban sks yang telah ditempuh oleh mahasiswa.
Dua hal di atas adalah contoh kecil dari perbedaan yang ada dalam dunia kampus dengan dunia SMA. Mahasiswa sudah dianggap dewasa, sehingga diharapkan mampu untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola perkuliahannya sendiri. Biasanya pihak kampus menyediakan seorang dosen pengampu atau pendamping akademik bagi mahasiswa. Dosen inilah yang akan mendampingi mahasiswa sampai ia menyelesaikan kuliahnya. Fungsi dosen pendamping adalah sebagai pendamping bagi mahasiswa dalam mengelola rencana kredit semesternya. Dalam hal ini dosen pendamping akan menyetujui atau menolak rencana dari mahasiswa dalam hal memilih beban sksnya.
Universitas, Fakultas dan Prodi.
Ketika membicarakan mengenai sistem pembelajaran di perguruan tinggi, maka pasti tidak bisa lepas dari kata-kata Universitas, Fakultas dan Prodi. Sebenarnya apakah arti dari kata-kata tersebut?. Mari kita mulai dengan Universitas. Secara umum dan sederhana bisa kita definisikan universitas sebagai salah satu bentuk dari lembaga perguruan tinggi yang terdiri dari beberapa fakultas. Disebut sebagai salah satu bentuk, karena sebenanrnya selain universitas, ada beberapa bentuk lain dari Perguruan tinggi, seperti akademi, institut dan sekolah tinggi. Sebagai sebuah lembaga, tentu sebuah Universitas memiliki sebuah struktur kepemimpinan. Pemimpin tertinggi dalam sebuah universitas disebut rektor.
Di dalam sebuah universitas sendiri, ada beberapa fakultas-fakultas. Fakultas tersebut dapat kita artikan sebagai sekumpulan program stud (prodi) yang memiliki landasan disiplin ilmu yang sama. Misal fakultas teknik, yang di dalamnya mungkin terdapat prodi teknik mesin, prodi teknik otomotif, prodi teknik sipil dan sebagainya. Jika pimpinan dalam sebuah universitas disebut rektor, maka pimpinan dalam sebuah fakultas disebut dekan. Prodi juga memiliki struktur tersendiri i. Pimpinannya berada di tangan seorang ketua prodi dan biasanya dibantu oleh beberapa wakil, seorang sekretaris, seorang bendahara dan beberapa jabatan lainnya.
KKN dan PKL
Sebuah perguruan tinggi selalu berlandaskan pada tridharma perguruan tinggi dalam menjalankan segala roda aktivitasnya. Apakah itu tridharma perguruan tinggi? Ini adalah semacam landasan bagi semua perguruan tinggi di Indonesia. Adapun isi dari tridharma perguruan tinggi adalah: pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat. Inilah yang menjadi landasan bagi semua perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam rangka menunaikan tiga kewajiban tersebut, perguruan tinggi mengintegrasikan mata kuliah yang bertujuan untuk mewujudkan pengabdian kampus kepada masyarakat. Salah satu yang paling populer adalah KKN atau Kuliah Kerja Nyata. Dalam KKN, mahasiswa diaharapkan untuk menyatu dengan masyarakat. Ini menghindarkan warga kampus dari gejala primordialisme kampus yang membuat mereka terpisah dari masyarakat dan seakan-akan membentuk kelas sendiri. KKN bertujuan untuk menghilangkan sekat-sekat yang mungkin ada antara mahasiswa dan masyarakat.
Banyak hal yang dilakukan oleh mahasiswa dalam KKN tergantung tema besar yang diusung. Ada beberapa tema besar yang biasanya ada dalam KKN, seperti Pemberdayaan Keluarga Kecil, Peningkatan Mutu Pendidikan Masyarakat, Pengentasan Buta Aksara dan sebagainya. Banyak mahasiswa yang malas mengikuti KKN, padahal dengan KKN lah, justru mahasiswa diberi kesempatan secara nyata mengembangkan skill sosial mereka.
Beda dengan KKN, PKL atau Praktik Kerja Lapangan adalah suatu program mata kuliah yang bertujuan untuk mengasah keterampilan mahasiswa pada praktik nyata di lapangan. Metode teknis PKL tergantung dari fakultas asal. Jika berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) , mahasiswa biasanya diberi waktu tertentu untuk praktik mengajar di sekolah. Jika berasala dari FE atau Fakultas Ekonomi, mahasiswa mungkin diminta berpraktik di sebuah perusahaan atau koperasi. PKL sebenanrnya juga menawarkan kesempatan kerja yang sangat baik. tak jarang melalui PKL, mahasiswa mendapat sebuah pekerjaan.
Beasiswa
Tanggung jawab yang dipikul sebagai seorang mahasiswa tentunya berbeda dengan tanggung jawab pelajar sekolah menengah atas. Mahasiswa sewajibnya mulai memikirkan visinya ke depan, terutama mengenai keuangan. Dengan biaya yang rata-rata tidak sedikit, banyak mahasiswa yang tersadar untuk mulai meringankan beban orang tuanya. Ada yang dengan bekerja paruh waktu ataupun memburu beasiswa.
Sebenarnya banyak beasiswa yang dapat ‘diperebutkan”, termasuk jenis dan syaratnya. Beberapa beasiswa yang paling populer diantaranya BKM (beasiswa khusus mahasiswa) dan Beasiswa PPA (program peningkatan akademik), keduanya dikeluarkan oleh Kemendiknas. Selain itu ada beberapa beasiswa yang dikeluarkan oleh korporasi atau perusahaan seperti beasiswa Djarum (PT Djarum Kudus, tbk), Beasiswa PGN (Perusahaan Gas Negara) Beasiswa Beasiswa MEDCO, Beasiswa ASTRA, Beasiswa Bank Indonesia, Beasiswa Sampoerna dan masih banyak lagi. Beberapa yayasan pun ada yang menyediakan beasiswa untuk mahasiswa, seperti Beasiswa SUPERSEMAR (Yayasan Supersemar) Beasiswa dari Gloria, Beasiswa dari Goodwill International, Beasiswa dari Yayasan Karya Salemba dan masih banyak lagi.
Menentukan jangka waktu kuliah
Satu lagi yang terpenting adalah menentukan jangka waktu kuliah. Keadaan ekonomi keluarga, ikatan dan syarat beasiswa serta kondisi dan tren dunia kerja harus dipertimbangkan. Apalagi ada beberapa kampus yang menerapkan sistem DO atau drop-out bagi mahasiswa yang terlalu lama menyelesaikan kuliahnya. Mahasiswa yang di drop-out berarti mahasiswa tersebut telah kehilangan statusnya sebagai mahasiswa atau dengan kata lain dipecat. Aktivitas di UKM dan ORMAWA ataupun yang lain terkadang menjadi kendala utama dalam menyelesaikan waktu kuliah. Begitu pula dengan skripsi dan nilai akademis. Sebagai seorang mahasiswa, diharapkan mampu berpikir bijak dan sesegera mungkin turut berkarya dan bekerja untuk membangun masyarakat dan dirinya sendiri setelah lulus.
Comments
Post a Comment